Berikutini merupakan atlet renang indonesia di era tahun - 10230585 srilestatixu srilestatixu 11.04.2017 Penjaskes Sekolah Menengah Pertama terjawab Berikut ini merupakan atlet renang indonesia di era tahun 80-an yaitu 1 Lihat jawaban Iklan Iklan Inkaaaaa Inkaaaaa Elfira Rosa Nasution maaf kalo salah
Jakarta Meski sudah pensiun menjadi atlet renang, Richard Sam Bera 46 mempertahankan gaya hidup sehat sehari. Mantan atlet renang legendaris Indonesia ini disiplin dalam hal olahraga dan makan. Richard Sam Bera Ingin Rekornya Dipecahkan di Asian Games 2018 Misi Tim Renang Indonesia Cetak Sejarah di Asian Games 2018 I Gede Siman Sudartawa, Renang dan Rekor Ketika ditemui di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Richard Sam Bera menyampaikan, ia selalu menyempatkan diri untuk berolahraga tiap pagi. "Kalau bisa olahraga itu tiap pagi. Habis bangun tidur, lalu olahraga. Saya suka bersepeda atau pun lari. Olahraga ini saya selipkan pagi-pagi, sebelum melakukan aktivitas sehari-hari," ujar Richard dengan wajah penuh senyum, ditulis Selasa 21/8/2018. Ia berupaya olahraga selama 30 menit. Olahraga pun berganti-ganti, tidak harus lari, tapi naik sepeda. Berenang juga dilakoni Richard. Sosok Richard dikenal sebagai atlet renang spesialis gaya bebas nomor 50 meter dan 100 meter. Ia pertama kali meraih emas di ajang SEA Games pada 1989. Sejak saat itu, ia menjadi atlet renang unggulan Indonesia. Di tingkat ASEAN, Richard sukses mendulang 11 emas, medali perak pada kejuaraan renang dunia, dan meraih perunggu pada Asian Games tahun 1990. * Update Terkini Asian Games 2018. Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di Sini. Simak video menarik berikut iniVideo singkat mengenai atlet renang Triady Fauzi yang menyampaikan kata-kata pantang secukupnyaRichard Sam Bera, mantan atlet renang nasional tidak punya pantangan makan. Haryanti HarsonoUntuk urusan makan, Richard tidak ada pantangan makan. Ia makan apa saja, tapi dengan porsi secukupnya. "Saya lumayan open terbuka makan apa saja. Yang pasti enggak boleh makan berlebihan," Richard melanjutkan. Salah satu makanan favoritnya adalah sop buntut. Saat makan sop buntut pun secukupnya. "Saya suka sop buntut, tapi enggak boleh banyak-banyak. Sate kambing juga suka. Makan ya secukupnya," tambah Richard, yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Indonesia Olympian Association IOA periode triatlonRichard Sam Bera, mantan atlet renang nasional pelopori triatlon di Indonesia. Haryanti HarsonoBukan hanya soal gaya hidup sehat dan sederet prestasi yang diraihnya, Richard menjadi pelopor olahraga triatlon di Indonesia. Triatlon adalah pertandingan olahraga, yang terdiri atas renang, balap sepeda, dan lari. Olahraga tersebut dilakukan secara berkesinambungan dalam satu kesatuan waktu. Poin utama dalam triatlon adalah kecepatan waktu, yang mana peserta harus dapat membagi tenaga dalam setiap tahapan. "Triatlon itu sudah lama sekali. Jadi, ceritanya, setelah saya pensiun dari renang tahun 2005. Saya cari, kira-kira olahraga apa yang pengen diikuti. Nah, saya pernah ikut triatlon di Amerika. Waktu itu enggak bisa diteruskan karena saya harus fokus latihan renang," cerita Richard. Akhirnya, Richard memutuskan tekuni triatlon. Triatlon di Indonesia pada waktu itu masih baru dan belum dikenal. "Perkembangannya lumayan, lama-lama triatlon di Indonesia makin banyak diikuti. Sudah sejak 8 tahun lalu, orang-orang mulai ikut triatlon. Dulu sih ya, orang masih awam, triatlon itu apa? Sekarang sudah banyak yang tahu," tawa Richard.* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
TANTRUM- Trand pakaian renang telah memasuki era baru, hampir semua gaya sudah disesuikan dengan kebutuhan tubuh, terutama bagi perempuan, yang ingin berenang di alam terbuka, seperti pantau atau kolam renang privat. Ada sejumlah opsi baju renang masih mampu membangkitkan daya tarik untuk bergaya. Misalnya dari Skims milik Kim Kardashian, lini pakaian renang dalam berbagai ukuran dengan
Renang merupakan salah satu cabang olahraga yang populer di ajang perlombaan olahraga Nasional maupun Internasional. Terdapat di dalamnya atlet renang berprestasi yang mengharumkan, bahkan menjadi atlet pencetak sejarah bagi bangsanya. Ajang perlombaan terbesar dunia yang rutin diikuti oleh para atlet perenang dunia adalah SEA Games Southeast Asian Games. SEA Games merupakan pekan olahraga yang melihatkan 11 negara Asia Tenggara di bawah pengawasan IOC Internasional Olympic Committee dan OCA Olympic Council of Asia. Lantas bagaimanakah sepak terjang atlet renang berprestasi dalam SEA Games ataupun turnamen lainnya, berikut ini adalah ulasan singkat tokoh-tokoh yang terlibat 1. Yessy Yosaputra Yessy Yosaputra adalah salah satu atlet renang nasional Indonesia yang mempunyai spesialis di gaya punggung. Wanita kelahiran Bandung, 27 Agustus 1994 ini pernah memecahkan rekor di SEA Games 2011 nomor 200 meter gaya punggung dengan catatan waktu 2 menit 15,73 detik yang sebelumnya di pegang oleh Akiko Thomson dari Filipina dengan waktu 2 menit 16,76 detik. Selain berhasil memecahkan rekor, Yessy juga mempunyai banyak prestasi di antaranya pernah mendapatkan juara 3 Horizon Cup 2001 di nomor 100 meter gaya bebas, juara pertama Kejurnas Renang 2007 di nomor 100 meter gaya punggung, medali perak PON 2008 Kalimantan Timur di nomor 200 meter gaya punggung, medali perak Asian Beach Games 2010 Oman nomor meter, medali emas SEA Games 2011 nomor 200 meter gaya punggung, dan medali perunggu SEA Games 2011 di nomor 4 x 200 meter gaya estafet bebas putri. 2. I Gede Siman Sudartawa I Gede Siman Sudartawa merupakan atlet renang gaya punggung yang berasal dari Bali. Pria yang lahir pada 8 September 1994 ini pernah mendapatkan empat medali emas di olimpiade SEA Games di Palembang. Selain itu, ia juga pernah memecahkan dua rekor SEA Games di gaya punggung 100 meter yang sebelumnya dipegang perenang dari Malaysia bernama Lim Keng Liat. atlet renang berprestasi Selain itu, I Gede Siman Sudartawa juga mempunyai berbagai prestasi lainnya diantaranya memperoleh medali emas Porpov di Bali tahun 2009, satu emas nomor 100 meter pada gaya punggung di SEA Games 2011, satu emas nomor 200 meter pada gaya punggung di SEA Games 2011, satu emas nomor 50 meter pada gaya punggung di SEA Games 2011. Prestasi berikutnya yaitu meraih satu medali emas nomor 4 x 100 meter estafet gaya ganti beregu putra di SEA Games 2011, memecahkan rekor pada SEA Games di gaya punggung putra dengan catatan waktu 55, 59 detik, dan memecahkan rekor pada SEA Games di nomor 4 x 100 meter gaya ganti beregu putra dengan catatan waktu 41,35 detik. Atlet Renang Berprestasi Luar Negeri 3. Richard Sambera Richard Sambera merupakan salah satu perenang putra kebanggan Indonesia yang eksis di tahun 1980-an, 1990-an, dan 2000-an. Pria kelahiran Jakarta, 19 Desember 1971 ini mempunyai berbagai penghargaan yang dipersembahkan untuk Indonesia. Prestasi yang pernah di raihnya antara lain pemegang rekor di SEA Games untuk cabang renang 100 meter, pemegang rekor nasional untuk cabang renang 50 meter, 100 meter, dan 200 meter, memperoleh medali perunggu di Asian Games Beijing untuk cabang 100 m di tahu 1990, peraih medali perak pada World Swimming Championship untuk cabang renang 50 meter di Hongkong pada tahun 2000. Selain mendapatkan prestasi di bidang olahraga, Richard Sambera juga mendapatkan prestasi di bidang akademik. Ia berhasil meraih penghargaan All-American Divisi I NCAA selama kuliah di Ilmu Political Science dan Economic dari Arizona State University, Amerika Serikat. Ia juga pernah menjadi asisten pelatih renang putra Arizona State University. 4. Michael Phelps Michel Fred Phelps II merupakan pria kelahiran 30 Juni 1985 di Baltimore, Maryland, Amerika Serikat. Ia salah satu atlet yang mempunyai banyak prestasi sejak 2004. Pada tahun tersebut terdapat 6 medali emas dengan berbagai macam kategori gaya renang yang diselenggarakan di Athena. Tahun 2008 mendapatkan 8 medali emas pada olimpiade di Beijing, tahun 2012 mendapatkan 4 medali emas di London, dan tahun 2016 ia mendapatkan 5 medali emas di Rio De Janeiro. 5. Sun Yang Atlet renang berprestasi selanjutnya datang dari Tiongkok. Sun Yang merupakan atlet renang kompetitif olimpiade dan pemegang rekor dunia. Ia pernah menjadi memenang medali emas pertama di olimpiade renang pada tahun 2012. Ia juga pernah meraih medali emas olimpiade dan kejuaraan dunia gaya bebas dengan jarak 200 meter hingga 1500 meter. atlet renang berprestasi Jejak rekam medali yang pernah di peroleh Sun Yang mewakili Tiongkok diantaranya turnamen olimpiade, ia memperoleh 3 medali emas, 2 medali perak, dan 1 medali perunggu di kategori gaya bebas. Selanjutnya Kejuaraan Dunia LC mendapatkan 9 medali emas, 2 medali perak, dan 3 medali perunggu di kategori gaya bebas. Turnamen selanjutnya adalah Pesta Olahraga Asia. Sun Yang berhasil mendapatkan 9 medali emas dan 4 medali perunggu di kategori gaya bebas. Jika ditotal secara keseluruhan, maka Sun Yang merupakan perenang gaya bebas sepanjang sejarah yang berhasil mendapatkan 21 medali emas, 8 medali perak, dan 4 medali perunggu. Tak heran jika ia menjadi perenang yang paling berjasa bagi Tiongkok. 6. Elfira Rosa Nasution Elfira Rosa Nasution merupakan perenang asal Indonesia yang lahir di Jakarta pada 1 Maret 1970. Ia menjadi perenang andalan Indonesia yang dapat memperkuat tim di kejuaraan renang SEA Games atau Asian Games. Sejak kecil ia kerap berlatih renang oleh ayahnya sendiri yang lain adalah pelatih renang nasional Indonesia. Beberapa prestasi yang pernah diperoleh Elfira adalah atlet terbaik SIWO atau PWI Jaya pada tahun 1980, 1981, dan 1983. Mendapatkan 9 medali emas kejuaraan antar klub di Jakarta pada tahun 1983. Serta pada tahun 1985 di kompetisi PON XI, ia berhasil mendapatkan 8 medali emas dan 2 perak. 7. Felicia Tjandra Felicia Tjandra, sosok yang lahir di Surabaya, 3 Maret 1992 merupakan atlet renang berprestasi binaan dari klub Elfira Swima Gemilang ESG. Dengan prestasi yang gemilang, ia pernah masuk program Center of Excellent. Beberapa prestasi yang pernah di dapatkan oleh Felicia Tjandra adalah 4 medali emas dan 2 perak pada turnamen INVINAS 2003, 2 medali emas dan 1 medali perak pada KRAPSI 2003, 1 medali emas dari PON XVI 2004, dan 7 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu di kompetisi Pekan Olahraga Wilayah Porwil Sumatra 2007. Itulah beberapa gambaran tokoh legendaris atlet renang berprestasi dunia yang mampu membawa harum nama bangsa di masing-masing negara. Semoga prestasi mereka dalam membanggakan negaranya dapat memacu semangat kita untuk terus mengukir prestasi. Salam olahraga! Ditulis oleh Anggita Lusi Anggraini Bangga Atlet Renang Indonesia Pecahkan Rekor Nasional di Kejuaraan Dunia. INDOSPORT.COM - Atlet renang Indonesia, Aflah Fadlan Prawira berhasil memecahkan rekor nasional ketika mengikuti kompetisi renang dunia, 18th FINA World Championships. Atlet renang berusia 21 tahun itu berhasil mencatatkan waktu 1 jam 52 menit 33,8 detik. Wisnu Wardhana lahir di Jakarta, Indonesia, 21 Januari 1975; umur 43 tahun adalah salah satu perenang Indonesia. Ia terkenal pada era 80-an kelompok umur dan 90-an regional dan internasional. Wisnu telah mampu berprestasi sejak usia 7 tahun sampai akhir karier renangnya di usia 25 tahun. Prestasi Wisnu sudah dimulai ketika dia memulai karier renangnya di usia kelompok pada umur 7 tahun. Ia kemudian menjadi juara Nasional se-Indonesia, kelompok umur se-ASEAN, Asia, dan pada akhirnya menjuarai multi-event seperti PON, SEA GAMES, Kejuaraan Dunia Grand Prix jarak Pendek, dan terakhir menjadi perenang ALL American di Divisi II NCAA AS. Wisnu Wardhana tidak hanya berprestasi di dunia renang, namun juga di bidang akademik. Wisnu lulus dari Universitas Internasional Salem di Virginia Barat, Amerika Serikat dengan gelar dari jurusan Bisnis Internasional. Ia langsung mendapatkan pekerjaan sebagai Investment Banker di Wall Street, New York dan Atlanta. Setelah selesai berkarier di Amerika, Wisnu langsung kembali ke Indonesia dan melanjutkan kariernya sebagai bankir professional di sebuah bank di Indonesia. Wisnu tidak meninggalkan gairahnya di dunia renang. Ia mendirikan JakartaQuatics Swim School pada tahun 2004 kemudian melakukan penggabungan/merger dengan Antasena swimming pada tahun 2010 yang sekarang menjadi JAQ Swimming. Selain kesibukan sebagai seorang bankir senior, Wisnu Wardhana juga masih sempat mengembangkan passion minatnya di dunia renang sebagai Executive Head Coach di JAQ Swimming, perenang Masters yang masih aktif mengikuti kejuaraan masters Internasional serta mengembangkan dan memperkenalkan olahraga renang kepada masyarakat umum melalui INAMasters International Aquatic Masters. Wisnu juga aktif mengkampanyekan gerakan "student-athlete" kepada para atlet2 nasional yang pada umumnya cenderung meninggalkan bangku pendidikan demi prestasi olahraga.
PERENANGFlairene Candrea Wonomiharjo bersyukur keputusannya pindah dari renang artistik ke renang lintasan ternyata tepat. Hal itu terbukti dengan medali emas yang diraihnya di SEA Games 2021 di Vietnam. "Saya baru masuk tim Pelatnas Renang pada 2022 karena tahun sebelumnya masih fokus di renang artistik," kata Flairene di Aquatic Sports

Jakarta - Sebanyak empat perenang memecahkan lima rekor nasional kelompok umur KU sepanjang berlangsungnya kejuaraan renang Indonesia Terbuka atau Indonesia Open Swimming Championships 2021 yang secara resmi berakhir di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno GBK Senayan, Jakarta, di antaranya tercipta atas nama Kaisar Hansel Putra Franciscus yang turun pada Grup III usia 12-13 tahun masing-masing pada nomor 50 dan 100meter gaya bebas nomor 50meter gaya bebas putra, wakil dari Tirtamerta Cimahi Swimming Club ini membukukan 25,08 detik atau lebih cepat dari rekor sebelumnya milik Kenny Lisan Putra di Semarang pada pada nomor 100 meter gaya bebas putra, Kaisal Hansel menggeser 55,53 detik milik Agung Sulaksono Putro di Jakarta pada 2018 setelah dalam perlombaan Indonesia Terbuka membukukan 54,54 perlombaan Grup I usia 16-18 tahun, juga terjadi penajaman rekor nasional untuk nomor 400meter gaya bebas putra oleh wakil Jaquatic Swimming Club Jakarta Nicholas Karel Subagyo 18 tahun dari Klub Jaquatic Jakarta dengan catatan waktu 0359,72 detik. Rekor sebelumnya 0400,32 detik dibuat Karrel dalam Krapda DKI Jakarta, dua pekan Candrea 16 tahun dari Millenium Aquatic Jakarta memecahkan rekor nasional pada nomor 100 meter gaya punggung putri Grup I dengan catatan 0103,81 detik atau lebih baik dari rekor sebelumnya milik Masniari Wolf di Berlin, Jerman, pada 17 Oktober 2021 dengan 0103,89 detikPerenang Millenium Aquatic Jakarta lainnya pada Grup 2 14-15 tahun, Ibrahim Faqih juga berhasil mencetak rekornas nomor 100 meter gaya kupu-kupu dengan catatan 57,07 detik. Rekor sebelumnya 57,11 detik milik Azel Zelmi yang tercipta di Bangkok tahun lima rekornas KU yang tercipta menjadi isyarat bahwa banyak bibit-bibit muda potensial pada cabang olahraga renang manajer timnas renang Merah Putih sekaligus ketua pelaksana Indonesia Terbuka 2021 Wisnu Wardhana mengatakan pihaknya telah mengantongi sejumlah nama atlet "Kami sudah melihat ada beberapa potensi nama perenang baik putra maupun putri. Tentunya, kami juga nanti akan coba membuat pelatnas lapis 2 dan 3," kata Wisnu rekornas KU, deretan atlet juga terpilih menjadi yang terbaik dari masing-masing kategori. Indonesia Open Swimming Championships 2021 diikuti 583 perenang yang tampil pada lima kategori berdasarkan Kelompok Umur KU yakni Grup I 16-18 tahun, Grup II 14-15 tahun, Grup III 12-13 tahun, dan Grup IV 11 tahun ke bawah, serta senior 19 tahun ke atas.Berikut daftar atlet terbaik Indonesia Open Swimming Championship di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta, 9-12 Desember Putra1. Grup I, Nicholas Karel Subagyo Jaquatic Swimming Club Jakarta2. Grup II, Ibrahim Fatih Millenium Aquatic Jakarta3. Grup III, Kaisar Hensel Putra Franciscus Tirtamerta Cimahi Swimming Club4. Senior, I Putu Wirawan Bali Pari Swimming Club BadungKategori Putri1. Grup I, Flairene Candrea Millenium Aquatic Jakarta2. Grup II, Ni Putu Pande Lisa Jaquatic Swimming Club Jakarta3. Grup III, Michele Surjadi Fang Millenium Aquatic Tangerang4. Senior, Patrisia Yosita Millenium Aquatic Surabaya.Baca Juga Klasemen Liga 1 Setelah Persib Bangkit dan Kalahkan PersikSelalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari di kanal Telegram “ Update”. Klik untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

4 Asrelawandi. Atlet kebanggaan Riau, Asrelawandi juga patut menjadi panutan sepanjang sejarah binaragawan terbaik Indonesia. Meskipun usianya tergolong senior, namun tekadnya tak luput dari eksistensi semangat pemuda yang militan. Dikenal sebagai spesialis binaraga kelas 60kg, Asrelawandi yang bergelut di binaraga sejak tahun 1983, senantiasa
RIVERSIDE, - Dunia renang Indonesia kehilangan salah satu atlet legendaris, setelah Gerald HP Item meninggal dunia di Amerika Serikat, Kamis Jumat WIB.Gerald yang lebih dikenal dengan nama panggilan Jerry Item meninggal dunia saat tengah melatih murid-muridnya di Riverside. Mantan atlet yang kini membuka klub bersama isterinya, mantan ratu renang Elfira Nasution ini terjatuh dan tak sempat mendapatkan pertolongan saat dibawa ke rumahs Gerald dan Elfira memang telah satu dekade ini bermukim di Riverside, Amerika Serikat, menyusul ayah Jerry, Willem Item. Mereka sempat menbuka klub renang Elite dan juga melatih secara private. Dua putera mereka, Nigel dan Nicole juga ikut dan melanjutkan pendidikan di Amerika Item merupakan atlet renang utama Indonesia dekade 1970-1980-an. Pada akhir dekade 1970-an, renang Indonesia merupakan kekuatan utama di Asia Tenggara dengan para atlet seperti Jerry, Kristiono Sumono, John D. Item dilanjutkan generasi Lukman Niode, Wirmandi Sugriat dll. Jerry dan Kristiono bahkan mencatat rekor tertinggi dalam sejarah olahraga renang Indoensia dengan merebut medali perak pada Asian Games 1978 di mempersembahkan 2 perak dan 3 perunggu pada Asian Games 1978. ia juga menambahkan beberapa medali perunggu saat sudah di ujung karirnya pada Asian Games India 1982. Sayangnya, Jerry kehilangan kesempatan tampil pada ajang Olimpiade karena saat ia berada pada puncak penampilan, Indonesia absen pada penyelenggaraan Olimpiade 1980 di Moskwa karena kasus invasi Uni Soviet ke mengundurkan diri sebagai atlet, Jerry mendirikan perkumpulan renang Elfira Swima Gemilang ESG bersama isterinya, Elfira. Ia juga sempat menangani Pelatnas. ESG sempat berkembang dengan membuka cabang di beberapa kota, namun kemudian meredup seiring munculnya banyak perkumpulan renang baru. ESG kemudian bubar setelah pasutri ini pindah ke Amerika pelatih, Jerry dikenal sebagai pelatih yang bisa membangkitkan motivasi kepada para anak didiknya. Ia kerap membagikan pengalamannya sebagai atlet kepada para calon atlet ya g dibinanya. salah satunya adalah bagaimana Jerry kecil selalu memotivasi dirinya dengan membayangkan apa yang akan dilakukannya bila menjadi juara. "Saya selalu menderetkan kursi di garasi dan selalu berbicara sendiri, "Medali emas diraih oleh Gerald HP Iteeemmm dari Indonesiaaaa...," kata jalan, Jerry. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Rossymerupakan atlet tenis meja Indonesia yang tak tergantikan pada era tahun 1980-an hingga 1990-an dengan mengoleksi 13 medali emas SEA Games. 10. Mirnawati Hardjolukito. Mirnawati Hardjolukito termasuk kontingen Indonesia bertanding dalam Olimpiade MĂĽnchen 1972 yang berlangsung di MĂĽnchen, Jerman pada tanggal 26 Agustus - 10 September 1972.
- Renang merupakan salah satu jenis olahraga yang dipertandingkan di ajang Olimpiade. Jenis olahraga ini sudah dipertandingkan sejak Olimpiade Athena pada tahun ajang Olimpiade, renang belum pernah menyumbangkan medali buat Indonesia sejak pertama kali berpartisipasi pada 1952 hingga Olimpiade terakhir di Rio 2016. Adapun, pada Olimpiade Tokyo 2020, ada dua 2 atlet renang Indonesia yang bakal tampil di pesta olahraga multicabang terbesar di dunia itu. Baca juga Kisah Daur Ulang di Balik Pembuatan Medali Olimpiade Tokyo 2020 Mereka adalah Aflah Fadlan Prawira perenang putra dan Azzahra Permatahani perenang putri.Aflah Fadlan Prawira dan Azzahra Permatahani mewakili Indonesia di cabang olahraga cabor renang Olimpiade Tokyo 2020. Keduanya merupakan debutan di Olimpiade 2020. Olimpiade Tokyo 2020 akan mulai bergulir pada 23 Juli hingga 8 Agustus 2021. Berikut adalah profil dua atlet renang Indonesia yang akan berlaga pada Olimpiade Tokyo 2020. 1. Aflah Fadlan Prawira Baca juga Skuad Argentina untuk Olimpiade Tokyo 2020 Tjahjo Sasongko/ Aflah Fadlan Prawira Aflah Fadlan Prawira adalah atlet renang nasional berusia 23 tahun. Fadlan merupakan perenang spesialis jarak jauh khususnya di gaya bebas nomor 400 meter, 800 meter, dan 1500 meter serta 400 meter gaya ganti.
AseanPara Games 2022. Ini prestasi Indonesia selama penyelenggaraan Asean Para Games. - Surakarta.go.ig. Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia akan menggelar Asean Para Games 2022 (APG) pada akhir pekan ini setelah menjadi tuan rumah pengganti Vietnam yang memutuskan mundur karena pandemi Covid-19. Jadwal Asean Para Games 2022 yang menjadi pesta Lukman Niode, legenda renang Indonesia di era 1970-1980-an wafat di usia 56 tahun setelah positif virus corona. Fernando Randy/Historia. GELANGGANG olahraga Indonesia berduka. Salah satu legenda terbaiknya, Lukman Niode, mengembuskan nafas terakhir di Rumahsakit Pelni Jakarta, Jumat 17/4/2020 siang. Atlet renang yang acap mengharumkan nama bangsa di era 1980-an itu meninggal di usia 56 tahun setelah dinyatakan positif virus corona. “Iya positif virus corona, informasi dari dokter teman Mas Luki sapaan Lukman Niode yang ikut mengawal beliau,” ujar Krisna Bayu, legenda judo yang juga rekan satu naungan di Indonesian Olympian Association IOA, saat dihubungi Historia. Idrus Niode, kakak Lukman, memberitakan bahwa Lukman sudah masuk RS Pelni sejak Selasa 14/4/2020. Usai dilakukan swab test sehari kemudian, ia dinyatakan positif tertular virus corona. Setelah dua hari perawatan, ia dinyatakan meninggal pada pukul WIB, Jumat 17/4/2020. Perenang pertama Indonesia yang turun di pentas Olimpiade Los Angeles 1984 itu dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta. “Dia sebelumnya ikut tim relawan dari KSP Kantor Staf Presiden,” sambung Bayu. Sejak beberapa waktu belakangan, Lukman ikut tim KSP yang menyalurkan barang-barang bantuan COVID-19 dari para penyumbang. Saat itulah dia terserang penyakit maag sejak Selasa 14/4/2020. Namun lantaran bolak-balik ke rumahsakit RS Setia Mitra, RS Pondok Indah, RSPI Sulianti Saroso, RS Persahabatan, hingga RS Pelni, Lukman kemudian terkena COVID-19. Baca juga Jalan Berliku Judoka Krisna Bayu Olympian Krisna Bayu mengenang sosok mentor Lukman Niode Fernando Randy/Historia. Saat kondisinya kian parah, paru-parunya mengalami flek. Setelah dilakukan tes swab, barulah terang-benderang bahwa ia positif corona meski dari dua rapid test yang dijalani Lukman sebelumnya hasilnya negatif. “Jujur saya masih syok sampai sekarang. Istri saya Dida juga masih sedih banget. Karena belum lama juga diskusi sama Mas Luki untuk membuat program olahraga berkuda. Dengan perginya Mas Luki, separuh hidupnya sudah didedikasikan untuk olahraga,” lanjut Bayu. “Saat ini olahraga Indonesia sangat berduka kehilangan pahlawan olahraga. Ilmu-ilmu yang sudah dia berikan pasti akan dikenang semua atlet. Karena dia aktif ikut bantu organisasi, tidak hanya PRSI Persatuan Renang Seluruh Indonesia tapi juga di banyak cabang olahraga, termasuk soal sport science-nya. Bagi saya dia adalah pahlawan olahraga Indonesia sejati,” imbuh ketua umum Persatuan SAMBO Indonesia itu. Darah Renang Lukman yang berdarah Gorontalo itu lahir di Jakarta, 21 Oktober 1963 sebagai anak keempat dari lima bersaudara. Ayahnya, M. Niode, seorang pelatih renang di klub Tirta Kencana. Hasrat renang Lukman muncul sejak usia dini, berangkat dari rasa penasarannya untuk ikut-ikutan tiga kakaknya yang dilatih sang ayah Idrus, Nana, dan Burhanudin Niode. “Saya belikan dia celana renang supaya bisa ikut-ikutan berenang dengan kakak-kakaknya,” ujar J. Niode, ibunda Lukman Niode, dikutip Kompas, 27 September 1981. Mulanya Lukman hanya sekadar main air di kolam renang. Obsesinya menseriusi olahraga renang muncul di usia sekolah dasar ketika acap melihat ketiga kakaknya mendulang prestasi di berbagai ajang perlombaan. Melihat gairah itu, ayahnya pun akhirnya ikut melatihnya. Menahan nafas sebagai teknik dasar olahraga renang menjadi pelajaran pertama yang diberikan sang ayah. Itu dilakukan di rumah dengan menggunakan wastafel yang dipenuhi air. “Muka saya masukkan ke dalamnya, lalu tiap tiga hitungan saya mengambil nafas,” tutur Lukman, dikutip dari Apa & Siapa Sejumlah Orang Indonesia 1983-1984. Metode itu jadi dasar Lukman untuk mendalami renang gaya bebas. Seiring berkembangnya skill, Lukman justru menyenangi gaya punggung. Raja PON ke Arena Olimpiade Seiring beranjak usianya, pundi-pundi prestasinya makin penuh. Pada Kejurnas 1976 saja, Lukman menyabet sembilan emas. Pada Pekan Olahraga Nasional IX 1977, Lukman yang ikut Kontingen DKI menyapu bersih 10 emas dari 10 nomor cabang renang sekaligus menetak tiga rekor nasional. di PON berikutnya 1980, dia mendulang tujuh emas. Capaian itu kemudian membuat Lukman diikutsertakan ke timnas renang kala Indonesia pertamakali ikut SEA Games, di Kuala Lumpur, 19-26 November 1977. Dalam persiapannya, ia bersama timnas renang dibawa pelatih kepala MF Siregar ke Amerika Serikat untuk digembleng. “Pemusatan latihan nasional di San Diego, Amerika Serikat selama dua tahun. Semua biaya penyelenggaraan latihan ditanggung PT Pertamina dan KONI Pusat. Seluruhnya 15 perenang, antara lain Lukman Niode, Kristiono Sumono, Gerald HP Item, dan Johnny Item,” tulis Brigitta Isworo Laksmi dan Primastuti Handayani dalam biografi MF Siregar, Matahari Olahraga Indonesia. Baca juga Obituari Bob Hasan di Lintasan Lukman Niode kiri bersama pelatihnya Mangombar Ferdinand Siregar Foto Repro "Matahari Olahraga Indonesia" Persiapan tersebut tak sia-sia. Di SEA Games 1977, kontingen Indonesia yang menjalani debutnya langsung jadi juara umum. Dari total 62 emas, 19 di antaranya datang dari cabang renang. Lukman sendiri menyumbang tiga emas dari nomor 100 meter dan 200 meter gaya punggung serta 4x100 meter medley relay putra. Prestasi itu kemudian diulanginya di SEA Games 1979 Jakarta, SEA Games 1981 Manila, dan SEA Games 1983 Singapura. Adapun di Asian Games 1978, Lukman mendulang sekeping perunggu di nomor 4x100 meter medley relay putra. Sementara di Asian Games 1982, Lukman mengalungi enam perunggu dari nomor 100 meter gaya bebas, 100 meter gaya punggung, 200 meter gaya punggung, 4x100 meter gaya bebas relay, 4x200 meter gaya bebas relay, dan 4x100 meter medley relay. Capaian di Asian Games 1982 itulah yang mengantarkannya jadi satu-satunya wakil Indonesia di cabang renang untuk turun di Olimpiade Los Angeles 1984. Gemilangnya Lukman di Asian Games 1982 itu juga merupakan buah dari sokongan KONI Pusat yang mengirimnya belajar ke Cypress High School dan Golden West Collenge, keduanya di Los Angeles. Di Olimpiade Los Angeles, Lukman berlaga di McDonald’s Olympic Swim Stadium, 31 Juli 1984. Ia turun di tiga nomor. Sayangnya ia gagal melangkah ke ronde final. Di nomor 100 meter gaya bebas, ia finis di urutan enam, sementara di nomor 100 meter dan 200 meter gaya punggung Lukman masing-masing hanya finis di urutan kelima. Lukman gagal pulang membawa medali. Prestasi internasional terakhir yang ditorehkannya untuk Indonesia datang dari Asian Games 1986. Sekeping perunggu di nomor 4x100 meter medley relay dipersembahkannya. Dedikasi Olahraga hingga Akhir Hayat Setelah pensiun pada 1988, Lukman tetap berkecimpung di dunia renang. Kurun 1988-1990, ia jadi pelatih kepala tim renang putra Golden West Collenge. Ia lalu masuk di tim pelatih UCLA University of California, Los Angeles sepanjang 1989-1991, sembari menyelesaikan studi arsitektur S1-nya di UCLA, dan gelar masternya di UCI University of California, Irvine. Meninggalkan renang sejak 1991 untuk jadi arsitek di firma Mackenzie McKay & Partner di Los Angeles, Lukman pulang ke tanah air pada 1996. Seiring kerinduannya pada olahraga, ia mengalihkan waktunya untuk mengenyam studi manajamen olahraga dan sport science di Australian Institute of Sports pada 1997. “Hidupnya banyak ikut mengurusi cabang-cabang olahraga, ikut membantu bagaimana sport science itu bisa masuk, mengingat dia sekolah studi itu di luar negeri. Tidak hanya PRSI. Dia orang yang lurus dalam membantu, tanpa tendensi atau kepentingan tertentu,” kata Bayu lagi. Selain berkiprah di olahraga, Lukman Niode juga punya gelar master di bidang arsitektur. Fernando Randy/Historia. Sembari mendirikan firma desain dan arsitektur Principal pada 2000 dan Surya Institute pada 2008, ia mendedikasikan hidupnya di organisasi olahraga. Ia dipercaya menjadi kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Pusat pada 2003, ketua Komisi Atlet di Komite Olimpiade Indonesia KOI pada 2007, dan Sekjen Indonesia Olympians Association sejak 2018. “Di KONI dia bikin konsep PAL Program Atlet Andalan. Inisiasi Prima Program Indonesia Emas konsepnya dari dia juga. Dia bisa mikir jauh ke depan, bagaimana prestasi Indonesia 10-25 tahun ke depan. Dia bahkan punya master plan untuk bagaimana atlet-atlet Indonesia bisa terus ada yang juara di olimpiade. Tapi dia kalah terus, gagal, kepentok birokrasi,” tambahnya. “Di luar sistem organisasi dia juga banyak bantu, apalagi pada sesama olympian. Dia banyak bantu saya ketika lagi membangun organisasi SAMBO. Di mata saya, Mas Luki adalah mentor, kakak yang baik. Dia praktisi olahraga yang seumur hidup didedikasikan kepada olahraga. Penggebrak yang bicara real apa adanya tanpa tendensi politik. Dia patriot olahraga sejati,” tandas Bayu mengenang sosok Lukman. Sejumlahpetenis nasional pria, era 80-90an, seperti Abdul Kahar Mim, Yustedjo Tarik, Sulistyo Wibowo, dan Bonit Wiryawan, mengikuti Kejuaraan Tenis Jhaboex Berikut ini merupakan atlet renang indonesia di era tahun 80-an yaitu A. Rudi Hartono B. Moch Sarengat C. Lukman niode D. Syamsul Anwar A. Rudi Hartonomaaf klo salah
Semarang(ANTARA) - Tara Athaya Yasykur sukses meraih medali emas, sekaligus memecahkan rekor para-renang pada nomor 50 meter gaya bebas S12 ASEAN Para Games 2022 di Stadion Jatidiri Semarang, Jumat, disaksikan langsung sang ibunda. Catatan waktu yang dicetak adalah 31,19 detik atau memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang perenang Thailand

Masniari Wolf salah satu perenang putri Indonesia yang berprestasi dan cantik Instagram. JAKARTA-Atlet renang Indonesia tercantik kembali dikuak setelah Persatuan Renang Seluruh Indonesia PRSI mengumumkan daftar nama atlet yang akan mewakili Indonesia di SEA Games 2022 dilihat dari daftar perenang terdapat nama atlet-atlet cantik Indonesia yang akan bertanding di Vietnam nanti. Sebut saja nama Ressa Kania Dewi yang merupakan peraih emas di PON XX Papua kemarin. Baca Juga Selain nama tersebut beberapa nama masuk daftar 5 atlet renang Indonesia tercantik. Berikut kami tampilkan informasinya. Atlet Renang Indonesia Tercantik 1. Ressa Kania Dewi Daftar atlet renang Indonesia tercantik dimulai dari nama Ressa Kania Dewi. Sosok perenang cantik ini lahir pada tanggal 15 September 1994. Selain menjadi atlet renang ternyata dia juga merupakan personel TNI prestasi pun pernah dia ukir antara lain meraih 2 medali perunggu di SEA Games 2015 di nomor 400 meter gaya bebas dan 200 meter medley. Di tingkat nasional Ressa Kania Dewi juga meraih medali emas nomor renang perairan terbuka meter di PON XX Papua 2020. 2. Anandia Vanessa Evato Perenang Indonesia tercantik berikutnya ditempati Anandia Vanessa Evato. Dara cantik ini lahir pada tanggal 3 September 1997. Dia merupakan atlet renang andalan Indonesia di nomor 50 meter gaya dada putri. Baca Juga Torehan prestasi pernah Anandia Vanessa Evato ukir saat dia mengikuti kejuaraan akuatik dunia di tahun 2017. Saat itu dia mampu duduk di peringkat 31 dari 56 peserta. 3. Anak Agung Istri Kania Ratih Atmaja Tak berbeda dengan nama sebelumnya, Anak Agung Istri Kania Ratih Atmaja, ternyata dia juga pernah berprestasi di beberapa renang kejuaraan nasional dan cantik kelahiran 28 Mei 1998 merupakan atlet renang yang pernah meraih medali perunggu di SEA Games 2017 lalu. Dia dipercaya PRSI untuk menjadi perenang mewakili Indonesia di ajang SEA Games 2022 esok. 4. Angel Gabriella Yus Atlet renang Indonesia tercantik selanjutnya ditempati Angel Gabriella Yus. Meskipun masih berumur 20 tahun nyatanya dia sanggup mengukir prestasi renang baik tingkat nasional maupun internasional. Baca Juga Beberapa waktu terakhir Angel Gabriella Yus mampu menyabet medali emas nomor 50 meter gaya dada putri di PON XX Papua lalu. Kini dia dipercaya sebagai atlet renang Indonesia di ajang SEA Games 2022 mendatang. 5. Azzahra Permatahani Sosok terakhir atlet renang tercantik ditempati oleh Azzahra Permatahani. Sosok dara cantik ini merupakan pemegang tiga rekor nasional di nomor 200 meter gaya dada putri, 200 meter medley dan 400 meter Permatahani juga pernah meraih medali perak di SEA Games 2019 lalu. Terakhir dia juga berpartisipasi dalam kejuaraan olahraga terbesar dunia yaitu Olimpiade Tokyo 2020 informasi 5 atlet renang tercantik Indonesia. Semoga atlet-atlet renang tersebut dapat mengibarkan bendera merah putih di berbagai podium. Editor Hafid FuadFollow Berita Sportstars di Google News

PRESTASIATLET RENANG INDONESIA Apa saja sih prestasi para atlet renang Indonesia? Berikut info yang didapatkan dari Wikipedia. PRESTASI LENGKAP ELFIRA ROSA NASUTION: via: adalah prestasi lengkap Elfira Rosa Nasution: Atlet Terbaik Nasional SIWO/PWI Jaya (, 1983), mendapat 9 -medali emas dalam kejuaraan antar klub di Jakarta, 1983 PON XI, Jakarta, 1985, ia meraih
Indonesia merupakan negara kepualaun terbesar di dunia. Selain pesona alamnya yang unik, Indonesia juga terkenal akan prestasi atlet-atletnya dalam perlombaan internasional. Siapa sajakah atlet Indonesia yang sukses mengharumkan nama bangsa? Simak ulasannya Richard Sambera9. Lim Swie King8. Lisa Rumbewas7. Bambang Pamungkas6. Yayuk Basuki5. Alan Budikusuma4. Rudi Hartono3. Chris John2. Taufik Hidayat1. Susi Susanti10. Richard Sambera merupakan atlet renang Indonesia kelahiran Jakarta 19 Desember 1971. Karir atlet nya dimulai dari tahun 1980an sampai tahun yang pernah ia capai antara lain memperoleh medali di berbagai kejuaraan Renang tingkat Asia dan Dunia. Setelah pensiun dari atlet, Richar Sambera kini menjadi pembawa acara siaran olahraga di berprestasi sebagai atlet Indonesia, Richard juga memiliki otak yang mumpuni, terbukti dengan keberhasilannya menyelesaikan pendidikan dan mendapat gelar bachelor of science di Political Science and Economy Arizona State University, Amerika Serikat. Ketika kuliah di Amerika, Richard menjadi pelatih tim renang putra di Arizona State Richard dengan media pertama kali terjadi ketika ia bergabung dengan koran Arizona Republic. Sejak tahun 2003, Richard resmi bergabung menjadi pembawa berita dalam acara Metro Lim Swie King King merupakan atlet bulu tangkis indonesia kelahiran Kudus 28 Februari 1956. Swiek King dulu menjadi buah bibir karena kemampuannya menantang Rudy hartono di final All England tahun 1976 ketika berusia 20 itu Swie King menjadi penerus kejayaan Rudy pada kejuaraan bulu tangkis dunia paling bergengsi saat itu. Swieking berhasil menyabet gelar juara sebanyak 3 kali dan 4 kali menjadi finalis. Bila perolehannya ditambah dengan turnamen “grand prix” lainnya, total kemenangan Swie King menjadi puluhan King juga menyumbang medali emas pada perlombaan Asian Games di Bangkok tahun 1978, ia juga pernah 6 kali membela Indonesia dalam kejuaraan Piala Thomas dan berhasil mengantar Indonesia menjadi juara sebanyak 3 dorongan dari orang tuanya, sejak kecil Swie King sudah menekuni olahraga bulu tangkis sampai akhirnya ia berhasil masuk ke dalam klub PB Djarum yang telah banyak melahirkan para atlet bulu tangkis tahun 1973 Swie King berhasil memenangkan Pekan Olahraga Nasional, saat itu usianya masih 17 tahun. Sejak itu Swie king direkrut untuk masuk pelatnas yang bertempat di Hall C berkarir selama 15 tahun, Swie King mengundurkan diri dari karirnya sebagai atlet bulu tangkis Indonesia pada tahun 1988. Ketika masih aktif sebagai pemain, atlet bulu tangkis ini terkenal dengan smash andalannya yang bernama jumping smash. Keahlian inilah yang membuatnya dijuluki sebagai King Liem Swie King bermarga Oei. Pergantian marga ini lumrah terjadi ketika zaman Hindia Belanda dahulu, pada saat itu seorang anak di bawah umur yang ingin memasuki wilayah Hindia Belanda harus didampingi oleh orang anak tersebut tidak ada orang tua yang menyertainya, maka akan dititipkan ke orang tua’ yang lain, orang tua lain ini bisa bermarga sama atau berbeda dengan marga Lisa Rumbewas cantik pemilik nama lengkap Raema Lisa Rumbewas lahir di Jayapura, 10 September 1980 adalah seorang atlet putri angkat besi asal lahir dari keluarga atlet, ayahnya Levi Rumbewas pernah menjadi atlet binaraga terbaik di Indonesia. Sedangkan sang ibu, Ida Korwa juga seorang pengangkat besi. Keluarga Rumbewas bisa dibilang perintis angkat besi pertama di begitu panggilan akrabnya, berhasil mendapatkan medali perak pada Olimpiade Athena 2004 dalam kategori angkat besi putri untuk kelas 53 kg, Grup itu, atlet Indonesia ini juga berhasil meraih medali serupa pada saat SEA Games XXI. Lisa kembali tampil di nomor 53 kg pada Olimpiade Beijing tahun 2008, namun kali ini ia harus puas hanya menempati posisi keempat. Total beban yang berhasil Lisa angkat pada Olimpiade Beijing adalah 206 Bambang Pamungkas Pamungkas merupakan atlet sepak bola Indonesia yang lahir di Salatiga pada tanggal 10 Juni 1980. Ia pernah mewakili Indonesia sebagai anggota timnas dan biasa perposisi sebagai tinggi tubuhnya hanya 171 cm, Bambang memiliki lompatan tinggi dan tandukan yang akurat. Ia juga mengagumi rekan satu timnya dalam tim nasional yaitu Kurniawan Dwi ia maish bermain dalam tim remaja regional Jawa Tengah, Bambang pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam Piala Haornas, sebuah kejuaraan tingkat remaja. Bambang juga tercatat sebagai pencetak gol terbanyak ketika membela skuad indonesia pada Piala Asia U-19 Grup V dengan perolehan 7 perdana Bambang bersama timnas senior adalah ketika 2 Juli 1999 silam dalam pertandingan persahabatan melawan Lituania. Bambang yang ketika itu masih berumur 18 tahun berhasil mencetak gol dalam pertandingan yang berakhir berhasil mencetak 2 gol pada musim pertamanya di Liga Indonesia walaupun tim yang ia wakili Persija Jakarta gagal masuk ke babak akhir. Saat musim pertandingan tersebut berakhir, Bambang memutuskan untuk bergabung dengan tim divisi 3 Belanda, EHC karena ada masalah keluarga dan ketidak cocokan dalam menyesuaikan diri dengan iklim Eropa, beberapa bulan setelah itu EHC Norad mengembalikan Bambang kembali ke Persija sebelum kedua belah pihak mengakhiri atas persetujuan kejadian itu malah menambah semangat juang Bambang, terbukti setahun kemudian ia sukses menjadi top scorer dari belakang dengan total 8 gol. Perolehan ini sekaligus membantu Indonesia menjadi juara dua dalam Piala Tiger terakhirnya untuk Indonesia adalah ketika kualifikasi Piala Dunia 2006 melawan Sri Lanka. Dalam pertandingan yang terjadi pada bulan September 2004 ini Bambang sukses mencetak 18 gol dalam 35 kali tampil. Namun karena kakinya cedera, prestasi Bambang menurun. Ini menyebabkannya tersisih dari skuad Piala Tiger Indonesia tahun rekan-rekannya berjuang di Piala Tiger, Bambang dikontrak oleh Selangor FC. Disini Bambang kembali menunjukan prestasinya, Hingga Juli 2005, atlet sepak bola asal Indonesia ini tercatat mencetak gol terbanyak untuknya timnya dengan 22 musim 2007, Bambang kembali ke tanah air dan kembali memperkuat klub lamanya yaitu Persija Jakarta dalam Liga tanggal 10 Juli 2007 ketika pertandingan Indonesia – Bahrain, ia berhasil mencetak gol dan memastikan kemenangan untuk ini Bambang Pamungkas bermain untuk Persija Jakarta di Divisi Utama Liga Yayuk Basuki merupakan atlet tenis Indonesia yang lahir pada tanggal 30 November 1970 di Yogyakarta. Pemilik nama lengkap Sri Rahayu Basuki ini merupakan atlet tenis Indonesia yang paling terkenal pada era tahun Basuki memulai karir profesionalnya pada tahun 1990. Pada tahun berikutnya, ia berhasil menjadi petenis Indonesia pertama yang menjuarai turnamen Indonesia ini berhasil mencapai babak perempat final dalam turnamen Grand Slam Wimbledon pada tahun 1997. Ia pensiun dari karir profesionalnya sebagai Atlet tenis Indonesia pada tahun tertinggi yang pernah ia raih adalah posisi ke-19 untuk tunggal dan ke-9 untuk ganda. Total penghasilan yang pernah ia peroleh sepanjang karirnya adalah $ karirnya, Yayuk Basuki berhasil memperoleh 6 gelar tunggal tur WTA dan 9 gelar dari Alan Budikusuma Wiratama alias Goei Ren Fang merupakan atlet bulu tangkis Indonesia yang lahir pada tanggal 29 Maret 1968 di Surabaya. Alan adalah atlet bulu tangkis Indonesia yang berhasil medali emas pada Olimpiade Barcelona tahun 1992 dalam nomor tunggal putra. Ia pensiun dari karirnya sebagai pebulu tangkis setelah Olimpiade Atlanta menikah dengan Susi Susanti, seorang atlet bulu tangkis Indonesia yang juga memenangkan medali emas pada Olimpiade Rudi Hartono Kurniawan alias Nio Hap Liang merupakan atlet bulu tangkis Indonesia yang lahir pada tanggal 18 Agustus 1949 di adalah seorang atlet bulu tangkis Indonesia yang pernah memenangkan kejuaraan dunia pada tahun 1980 dan kejuaraan All England selama 8 kali , 7 diantaranya diraih secara berurutan pada periode tahun 1960an sampai Chris John Christian John merupakan atlet tinju Indonesia yang lahir pada tanggal 14 September 1979. Pria yang lebih akrab dikenal dengan nama Chris John ini tercatat sebagai petinju ketiga dari Indonesia yang berhasil menjadi juara dunia setelah Nico Thomas dan Ellyas Taufik Hidayat adalah atlet bulu tangkis Indonesia yang lahir pada tanggal 10 Agustus 1981 di Bandung, Jawa barat. Ia merupakan atlet bulu tangkis tunggal putra dari Indonesia yang berasal dari klub SGS Elektrik Bandung dengan tinggi badan 176 dari pasangan Aris Haris dan Enok Dartilah ini berhasil meraih medali emas untuk Indonesia pada Olimpiade Athena 2004 dengan mengalahkan Seung Mo Shon asal Korea Selatan di babak 21 Agustus 2005, Atlet Indonesia ini berhasil menjadi juara dunia setelah mengalahkan pemain peringkat 1 dunia sebelumnya, Lin Dan di babak final. Pencapaian ini membuatnya menjadi pemain tunggal putra pertama yang mendapat gelar Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis dan Olimpiade pada saat yang 2 gelar di atas, ia juga berhasil mendapat gelar juara tunggal putra pada Asian Games tahun 2002 dan 2006. Atlet Indonesia ini juga tampil pada Olimpiade Beijing tahun 2008 namun kalah pada pertandingan pertama melawak Wong Choong Hann di babak Indonesia ini juga telah enam kali menjuarai Indonesia Terbuka pada 1999, 2000, 2002, 2003, 2004 dan 2006. Pengalaman bermainnya antara lain pada Piala Thomas tahun 200, 2002, 2004, 2006 dan 2008. Ia juga pernah ikut serta dalam Piala Sudirman tahun 1999, 2001, 2003 dan Susi Susanti merupakan atlet bulu tangkis yang lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat pada tanggal 11 Februari 1971. Wanita bernama lengkap Lucia Francisca Susi Susanti ini menikah dengan Alan Budikusuma yang juga meraih medali emas bersamanya pada Olimpiade Barcelona tahun 1992. Selain itu ia juga pernah meraih medali perunggu di Olimpiade Atlanta tahun prestasinya, International Badminton Federation memberikan penghargaan Hall Of Fame kepada Susi Susanti. Selain Susi Susanti, atlet bulu tangkis Indonesia lainnya yang berhasil mendapat penghargaan Hall Of Fame adalah Dick Sudirman, Rudy hartono, Liem Swie King dan Christian membanggakan tanah air Indonesia, Anda tidak harus berkimprah sebagai atlet. Cukup jalani pekerjaan Anda dengan semaksimal mungkin, bukan tidak mungkin apa yang Anda kerjakan sekarang akan menjadi sesuatu yang besar nantinya.
Akhirnyabisa mendapatkan lima medali emas. Semarang (ANTARA) - Zaki Zulkarnain sukses menyapu bersih lima medali emas para-renang pada ASEAN Para Games 2022 yang berlangsung di Stadion Jatidiri Semarang, Jumat, meski sempat mengalami dehidrasi karena cuaca panas di sekitar gelanggang renang outdoor di Kompleks Stadion Jatidiri, Semarang. - Renang merupakan salah satu jenis olahraga yang dipertandingkan di ajang Olimpiade. Jenis olahraga ini sudah dipertandingkan sejak Olimpiade Athena pada tahun ajang Olimpiade, renang belum pernah menyumbangkan medali buat Indonesia sejak pertama kali berpartisipasi pada 1952 hingga Olimpiade terakhir di Rio 2016. Adapun, pada Olimpiade Tokyo 2020, ada dua 2 atlet renang Indonesia yang bakal tampil di pesta olahraga multicabang terbesar di dunia itu. Baca juga Kisah Daur Ulang di Balik Pembuatan Medali Olimpiade Tokyo 2020 Mereka adalah Aflah Fadlan Prawira perenang putra dan Azzahra Permatahani perenang putri. Aflah Fadlan Prawira dan Azzahra Permatahani mewakili Indonesia di cabang olahraga cabor renang Olimpiade Tokyo 2020. Keduanya merupakan debutan di Olimpiade 2020. Olimpiade Tokyo 2020 akan mulai bergulir pada 23 Juli hingga 8 Agustus 2021. Berikut adalah profil dua atlet renang Indonesia yang akan berlaga pada Olimpiade Tokyo 2020. 1. Aflah Fadlan Prawira Baca juga Skuad Argentina untuk Olimpiade Tokyo 2020 Tjahjo Sasongko/ Aflah Fadlan Prawira Aflah Fadlan Prawira adalah atlet renang nasional berusia 23 merupakan perenang spesialis jarak jauh khususnya di gaya bebas nomor 400 meter, 800 meter, dan 1500 meter serta 400 meter gaya ganti. Mengutip dari KOMPAS TV, Fadlan rencananya akan turun di nomor 400 meter dan meter gaya bebas pada Olimpiade Tokyo 2020. Bagi Fadlan, tampil di Olimpiade merupakan suatu kebanggan tersendiri, apalagi ini merupakan Olympic perdananya. Baca juga Olimpiade dan Tradisi Bagi Kondom "Perasaan saya sangat bahagia dan antusias tampil di Olimpiade karena ini adalah impian sejak kecil yang akhirnya tercapai," kata Fadlan dikutip dari KOMPAS TV. Adapun salah satu prestasi Fadlan di cabor renang adalah berhasil mengemas dua medali perak dan satu perunggu pada gelaran SEA Games 2019 di Filipina. 2. Azzahra Permatahani Dikutip dari Tribunsport, Azzahra merupakan pemegang tiga rekor nasional yakni 200 meter gaya dada putri, 200 meter gaya ganti putri, dan 400 meter gaya ganti putri. Bahkan dirinya telah menembus limit B nomor 200 meter gaya ganti putri. Baca juga Mengenal Miraitowa, Maskot Olimpiade Tokyo 2020 Pada tahun 2019 lalu, Azzahra memecahkan rekor nasional nomor 200 meter gaya dada putri dengan catatan waktu 2 menit 32,22 detik. Sebelumnya rekor tersebut dipegang oleh Vannesai Evato dengan catatan waktu 2 menit, 32,57 detik. Salah satu prestasi Azzhara di cabor renang adalah meraih medali perak nomor 200 meter gaya ganti perorangan putri pada SEA Games 2019 di Filipina. Adapun, Azzahra rencananya akan turun di nomor 200 meter gaya ganti pada Olimpiade Tokyo 2020. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. 21Juli 2021 0.58 AM · Bacaan 3 menit. Aflah Fadlan Prawira merupakan salah satu dari dua atlet renang Indonesia yang dikirim membela Merah-Putih pada Olimpiade Tokyo 2020 selain Azzahra Permatahani. Baik Zahra dan Fadlan, lolos ke Tokyo 2020 dengan status "wildcard" setelah mengumpulkan poin dari seleksi tahap akhir Indonesia Olympic Trial Jumat, 17 April 2020 2130 WIB Mantan atlet renang Indonesia, Lukman Niode dikabarkan meninggal pada hari ini, Jumat, 17 April 2020. Pria yang akrab disapa Lukie ini tutup usia di 56 tahun. Dok. TEMPO/Nickmatulhuda 17 April 2020 0000 WIB Lukman meninggal di Rumah Sakit Pelni, Jakarta, sekitar pukul WIB. Sebelumnya diterbitkan kabar bahwa Lukie berstatus sebagai Pasien Dalam Pemantauan atau virus PDP corona atau Covid-19. TEMPO/Nickmatulhuda 17 April 2020 0000 WIB Perenang Indonesia, Lukman Niode saat berlatih di Pelatnas renang untuk menghadapi SEA GAMES 1987 di Jakarta, 1987. Lukman Niode merupakan perenang andalan Indonesia untuk nomor gaya punggung, bahkan disebut atlet renang tak terkalahkan di level Asia Tenggara pada era 1980-an. Dok. TEMPO/Robin Ong 17 April 2020 0000 WIB Perenang, Lukman Niode, ketika berlomba dalam kejuaraan SEA Games XIV di Jakarta, 1987. Lukman memulai debut pertamanya sebagai atlet renang di kancah internasional di kejuaraan yang berlangsung di Bangkok Thailand pada 1973. Saat itu, dia menempati urutan keempat. Pada PON 1977, Lukman menyabet 10 medali emas. Di PON berikutnya, 1980, dia meraih tujuh medali emas. Dok. TEMPO/Ali Said 17 April 2020 0000 WIB Tim renang Indonesia dari kiri, Lukman Niode, Wirman Sugriat, Daniel A. Budiman dan Sabeni Sudiono, seusai mendapatkan medali kejuaraan renang kategori 4x 100 m ganti estafet putra Asian Games X di Seoul, Korea Selatan, 1986. Dok. TEMPO/Rudy Novrianto 17 April 2020 0000 WIB Perenang Kristiono Sumono kiri menggunakan sepeda statis disaksikan Lukman Niode dalam latihan kesegaran jasmani di Senayan, Jakarta, 1977. Pada SEA Games 1983, Lukman meraih dua medali emas. Ia juga memecahkan rekor lama Asia atas nama Kenji Ikeda dari Jepang, dengan satu detik lebih cepat. TEMPO/Lukman Setiawan 17 April 2020 0000 WIB AaAT6Ph.